Prasmanan Ilmu: Kegagalan dan Kebijaksanaan

Gap tua-muda adalah jenis gap yang paling permanen sifatnya. Karena gap ini konsekuensi langsung dari naluri regenerasi dan berjalan di atas rel kereta waktu.

Si muda yang penuh energi, penuh kemungkinan, berjalan dengan kebersediaannya mengalami apapun, berjuang mengubah potensi diri menjadi aktualisasi. Dan dalam perjalanannya mengumpulkan koleksi kegagalan sebagai bagian dari proses.

Si tua yang penuh pengalaman, dengan banyak potensi yang sudah ter-manifestasi menjadi aktualisasi, mempunyai pola rigid yang sudah terbangun dari pengalamannya.

Tidak sedikit juga yang mampu mengubah pola ini menjadi wisdom. Bahkan melahirkan master-master. Walaupun komponen pada peribahasa berikut ini sering terlupakan. “Seorang master pernah gagal lebih banyak daripada seorang pemula pernah mencoba.”

Ketika dihadapkan pada tantangan yang sama, kedua polaritas ini akan memiliki sikap atau pandangan yang berbeda. Lagi-lagi senar lain yang terpetik menjadi nada. Modal energi si muda dan modal wisdom si tua, sama-sama besar potensinya untuk menjadi harmoni ataupun disonansi.

Buku dan Merchandise