Pemimpin-27

Pemikiran Demokrasi Indonesia menyebut kata kompetensi, kapabilitas, integritas, akseptabilitas dan elektabilitas—untuk dimaksudkan semacam syarat kepemimpinan.

Landasan berpikir dan terminologinya tidak punya keutuhan dalam mengenali manusia, masyarakat dan Negara.

Input-output-nya campur aduk. Sebab-akibatnya silang sengkarut. Hulu-hilirnya terbalik-balik.

Secara ilmu levelnya masih awam: ia hanya gejala-gejala teknis dan kasat mata belaka.

Sebagai pengetahuan ia serabutan. Juga tidak punya landasan filosofi. Apalagi keutuhan, kemenyeluruhan dan keseimbangan.

Demokrasi, Pemilu atau Pilpres itu seperti Universitas yang direktori tamatan SMA. Atau truk besar yang disopiri oleh anak SD.