Pemimpin-22

Kita sekolahkan anak-anak kita supaya siap menjadi Menteri. Puncak pencapaian Sekolah adalah ekspertasi, dan seseorang dijadikan Menteri berdasarkan keahliannya.

Kalau untuk menjadi Presiden, tidak ada Sekolahnya, tidak tersedia Fakultas, Universitas atau Pesantrennya.

Maka di satu sisi, menjadi Presiden harus mengungguli semua lulusan Universitas dan Pesantren. Ya ilmunya, skill-nya, karakter dan moralnya, pengalaman manajerialnya dan awu kasepuhan wibawanya.

Presiden harus tahu banyak tentang banyak hal. Tidak sekadar tahu sedikit tentang banyak hal, atau tahu banyak tentang sedikit hal. Apalagi hanya tahu sedikit tentang sedikit hal.

Tetapi di lain sisi, misalnya di Indonesia, “Presiden tak ada Sekolahnya” berarti siapa saja bisa jadi Presiden. Tanpa persyaratan apapun kecuali patuh kepada para penjudi sejarah yang membotohinya.

Buku Cak Nun