Pemimpin-16

Memilih orang-orang yang mewakili rakyat tanpa pertimbangan ideologis, tanpa parameter moral, tanpa kualifikasi ekspertasi. Tanpa apapun kecuali perhitungan dagang kelompok atas nama demokrasi dan pembangunan nasional. Bahkan tanpa harga diri budaya dan cermin karakter atau kepribadian.

Sampai kapan rakyat Indonesia menitipkan kedaulatannya kepada mesin-mesin perusak demokrasi?

Sampai kapan rakyat menyerahkan keperluannya untuk sejahtera kepada golongan yang sakit jiwa eksistensi dan mencari kekayaan pribadi dari karier perwakilan tanpa rasa malu?

Rakyat Indonesia semakin kebal dari segala jenis penyakit politik, karena akhirnya berubah menjadi penyakit itu sendiri.

Buku Cak Nun