Nandur Jati Kepemimpinan Di Dusun Tambahmulyo

Ketika Remaja masjid di salah satu dusun kecil di Grobogan mengangkat tema Optimisme mendidik Putra-Putri pada kegiatan Sinau Bareng, lantas mungkin menjadi rancu di pikiran jamaah, namun sebelum pertanyaan diutarakan oleh banyak jamaah, Mbah Nun membuka dengan lembaran-lembaran awal yang menjawab kemungkinan itu pikiran jamaah dengan menekankan, “Remaja masjid juga boleh membuat kegiatan sinau Matematika rek, remaja masjid ora mung ngurusi poso, sholat, zakat, haji.” Jadi, semua urusan yang ada di dunia ada di dalam lingkup agama yang dikhalifahkan oleh Allah kepada manusia langsung.

Di Dusun Tambahmulyo Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan tepatnya, segerombol pemuda yang terhimpun dalam remaja masjid mempunyai pandangan bahwa putra-putri adalah peluru untuk menyiapkan re-generasi yang bisa diharapkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan masa depan. Ketika dalam banyak Sinau Bareng, Mbah Nun men-tadabbur surat al-Maidah ayat 54 yang kurang lebih isinya “suatu saat Allah akan mendatangkan kaum baru yang dicintai Allah dan mencintai Allah” lantas semakin optimis dengan tadabbur ayat tersebut, anak-anak remaja masjid sedikit mempunyai harapan.

Dengan keikhlasan Mbah Nun yang rela keliling menghabiskan waktu untuk bertemu anak-cucunya di dusun kami, semoga dari dusun kami lahirlah pemimpin yang tergolong dalam kaum yang dimaksud dalam tadabbur di atas yang suatu saat bisa menjadi pemimpin yang objektif, migunani mengayomi untuk khalayak umum.

Dari Tambahmulyo ada harapan besar dari perjuangan Mbah Nun yang rela poso untuk menanam bibit bak pohon jati yang bisa dipanen 30 hingga 50 tahun mendatang yang belum pasti Mbah Nun sendiri bisa menikmati hasil tanamanaya itu, namun doa kami semoga Mbah Nun diberi umur panjang , sehat, supaya tetap bisa ngemong kami dan cucu-cucu lainya yang tersebar di seluruh negeri.

22 Agustus 2019

Buku Cak Nun