Mulat Sarira

Mukadimah Damar Kedhaton Januari 2019

Di dalam derap kaki ini melangkah mengarungi terjalnya kehidupan, terasa atau tidak, pasti akan mendapati tiga buah aspek kehidupan; pengalaman, pembelajaran, dan pencapaian. Ketiganya merupakan bekal dasar berbenah untuk menggayuh kebenaran yang sejati. Karena pada hakikatnya manusia diperjalankan di muka bumi tidak lain agar menggunakan akal untuk berpikir. Afala Ta’qiluun salah satu penggalan ayat 44 pada surah Al-Baqarah. Di situ, Allah mencoba memperingatkan manusia akan pentingnya penggunaan akal dan logika berpikir. Jika diresapi, harusnya juga membangkitkan kesadaran reflektif pada tiap diri.

Lantas korelasinya apa dengan tema Mulat Sarira? Sebelum merujuk lebih dalam. Lazimnya kita bahas dahulu makna dari kata Mulat Sarira itu sendiri. Mulat berarti melihat/mengamati ke dalam diri. Sarira berarti tubuh/badan/wadag. Yang bila diterjemahkan memiliki arti Introspeksi (mengamati ke dalam) Diri. Mulat Sarira merupakan konsep untuk sadar, ingat, dan kembali, menemui (bukan menemukan) diri yang sejati. Kata ‘menemui’ yang berarti bertemu dengan yang selalu ada, berbeda dengan kata ‘menemukan’ yang berkonotasi mendapatkan dari pencarian akan sesuatu yang hilang. Sebagaimana qaul yang cukup populer di dunia tasawwuf; Man Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu. “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya”.

Maka, tentu banyak ragam perspektif dari makna Mulat Sarira. Dari konstelasi maknanya kita bisa sinau mempadu-padankan akal, pikiran dan logika dalam mengevaluasi diri. Dan dari konsepnya sangat mungkin dibuka peluang untuk mentadabburinya bersama. Dengan semangat istiqamah menyemaikan kesadaran kolektif akan pemahaman kebenaran yang kita yakini sekarang bukanlah kebenaran yang mutlak. Maka, mari berbareng kita gali secara mendalam 5W 1H-nya tema “Mulat Sarira” di Majelis Ilmu Telulikuran Damar Kedhaton pada:

Senin, 28 Januari 2018
Pukul : 19.23 WIB
Di Gedung Taman Posyandu “MUTIARA KASIH”,
Jl. Sultan Agung Timur, Sungonlegowo, Bungah – Gresik

Buku Cak Nun