Mari Sinau Fadlilah dan Otentisitas Diri

Sebuah spanduk terpampang jelas menjadi background di panggung Mocopat Syafaat edisi 17 Juli 2019 kali ini. Sebuah kalimat tercantum di situ “Mendalami Fadlilah dan Otentisitas Diri” dan di bawah kalimat itu tampak subjudul yang menegaskan “Menuju Cerdas Dunia Dan Cerdas Akhirat”. Penempatan kalimat ini di background panggung dan juga diterbitkannya tulisan pengantar berjudul sama di web kita ini sejak hari ini, berarti bahwa inilah yang menjadi tema besar kita pada malam hari ini.

Dalam berbagai Majelis Maiyah kita memang selalu didorong untuk berani menjadi diri kita sendiri yang otentik. Namun, otentik maa huwa otentik? Apa yang menghalangi seseorang menjadi dirinya yang otentik? Terhalang oleh trend? Atau tertundukkan oleh ragam macam otoritas? Apakah menjadi otentik dengan fadlilah masing-masing hanya sesepele bersikap nyeleneh anti-mainstream belaka? Atau memang ada sesuatu yang lebih substansial?

Kita akan coba gali kembali malam hari ini. Malam sedang terang bulan cerah sekali. Dan wajah-wajah sumringah tengah berdatangan, mengalir, berjalan dan mencari. (MZ. Fadil)

Buku Cak Nun