Khozam dan Hajjam

Wahai hamba-Ku
Kalau engkau menyangka Aku khawatir kalian tidak menyembah-Ku
Maka jangan sembah Aku
Sebagian atau semua
Sedikit atau seluruhnya
Apa dan siapa saja makhluk ciptaan-Ku
Jangan ada yang menyembah-Ku

Wahai asfala safilin
Wahai yang mencintai-Ku tanpa iman
Wahai yang beriman tanpa pengetahuan
Wahai yang berpengetahuan tanpa ilmu
Wahai yang berilmu tanpa nalar
Pergilah dari wilayah-Ku
Menyingkirlah dari alam semesta-Ku
Sambil dirundung kesedihan
Karena merasa mendengar ratapan dan keluhan-Ku

Wahai yang kusediakan derajat tinggi
Namun sibuk terjun ke lembah kerendahan
Sehingga menyangka Aku menderita kalau manusia tidak menyembah-Ku
Wahai kalian yang dungu sedungu-dungunya
Yang menyangka Aku butuh shalatmu, sujud dan pembelaanmu
Yang berjuang menjadi pahlawan dengan cara melindungi-Ku
Coba sekali saja bangunlah sendiri dari tidurmu

Wahai kalian yang menangis mendayu-dayu
Karena ngeri akan tak ada makhluk yang menyembah-Ku
Ketika Aku berkata: “Wahai hamba-Ku, Aku lapar, engkau tak memberiku makan. Aku kesepian, kau tak menjenguk-Ku”
Apakah kau sangka Aku benar-benar lapar dan sepi?

Wahai para Khozam dan Hajjam
Siapa Gurumu, siapa Ustadzmu, siapa Ulamamu, siapa Mursyidmu
Yang menutupi anugerah utama-Ku kepadamu dan seluruh manusia
Yang meremehkan akal dan merendahkan nalar dan pikiran
Yang mendidikmu menjadi se-ahmaq itu
Katakan kepada-Ku: apakah sekarang
Aku perlu menyatakan terimakasih kepadamu
Atas jasamu menyembah-Ku?

Yogya 25.02.2019

Buku Cak Nun