Kendang Jaipong Wasiat Ki Enthus untuk Mbah Nun dan KiaiKanjeng

Malam ini (28/5/19), di Rumah Maiyah Kadipiro, Mbah Nun menerima kedatangan Mas Haryo (Ki Firman Haryo Susilo) putra almarhum Dalang Ki Enthus Susmono. Ada wasiat dari almarhum kepada Mbah Nun yang harus dia tunaikan.

Mas Haryo menyampaikan, suatu ketika Ki Enthus sedang menonton tayangan Sinau Bareng Mbah Nun dan KiaiKanjeng via YouTube, dan ketika itu kemudian Mas Haryo dipanggil Abahnya. Si Abah menyampaikan keinginannya untuk menghadiahi Mbah Nun satu set kendang Jaipong.

Waktu berlalu, tidak ada pembahasan lagi, sampai kemudian Allah memanggil Ki Enthus Susmono. Mas Haryo sendiri karena kesibukan agak lupa dengan pesan Abahnya. Melalui mimpilah pada suatu Abahnya mengingatkan dia supaya segera mengantarkan hadiah kendang Jaipong itu. Sejak mimpi yang mengingatkannya itulah, melalui berbagai washilah, mas Haryo tersambung ke Mas Zakki dan meminta waktu agar bisa silaturahmi.

Malam ini usaha untuk bertemu Mbah Nun terwujud, dan pesan dari sang Abah tertunaikan sudah. Mas Haryo menyampaikan kepada Mbah Nun bahwa seringkali ketika mendalang, Ki Enthus mendapatkan inspirasi ilmu dari Mbah Nun, tak terkecuali ketika beliau menjabat sebagai Bupati Tegal. Banyak ilmu dari Mbah Nun yang dijadikan rujukan.

Terakhir pertemuan Ki Enthus dengan Mbah Nun adalah beberapa tahun silam dalam sebuah acara di Kabupaten Demak. Mbah Nun menyambut dengan baik dan penuh rasa syukur seraya menceritakan bahwa Ki Enthus adalah salah satu sahabatnya. Rasa syukur dan lega terpancar dari wajah Mas Haryo. Malam ini Ia telah memenuhi wasiat sang ayah.

Secara simbolik, Mbah Nun meminta tiga orang KiaiKanjeng (Mas Giyanta, Mas Sariyanto, dan Mas Bayu) untuk menerima ketiga kendang tersebut. Lalu, Mas Sariyanto yang memang spesialis kendang di KiaiKanjeng diminta Mbah Nun mencoba memainkan kendang wasiat Ki Enthus tersebut.

Kedatangan Mas Haryo ini memang alhamudillahnya berbarengan dengan KiaiKanjeng sedang acara internalan malam ini di Rumah Maiyah Kadipiro, sehingga Mas Haryo dan rombongan dapat berkenalan lebih dekat dengan KiaiKanjeng dan beberapa tamu yang lain sekaligus dalam suasana penuh syukur dan paseduluran.

Buku Cak Nun