Kegembiraan Allah Atas Taubat Kita

Ketika jalan di depan menjadi sempit, bahkan pintu-pintu sudah tertutup. Ketika malapetaka bertambah-tambah, dan krisis itu bertambah keras. Kemudian kita kehilangan kebahagiaan. Mengapa itu terjadi? Karena kita sudah dikepung dosa-dosa. Keberhasilan menjauh dari kita.

Dalam keadaan seperti ini, jangan sekali-kali kita berputus asa. Ingatlah kita punya Tuhan, yang menerima kesalahan-kesalahan, mengampuni ketergelinciran-ketergelinciran.

Allah merasa sangat gembira ketika melihat hamba-Nya bertaubat.

Digambarkan kegembiraan Allah itu seperti seseorang yang kehilangan kendaraannya di suatu tanah tandus yang jauh dari kota. Padahal, di dalam kendaraan itu terdapat semua perbekalannya. Dia merasa putus asa. Kemudian dia telentang di bawah pohon rindang. Dan tahu-tahu, kendaraannya kembali. Tentu saja ia sangat-sangat gembira.

Buku Cak Nun Majalah Sabana