Insan Bertaqwa

Berpuasa tidak serta-merta membuat para “shaimin” menjadi insan bertaqwa, apalagi bergelar “muttaqi” yang kemudian diwisuda pada hari Idul Fitri. Karena itu, bertaqwa kepada Allah itu harus autentik, sungguh-sungguh, istiqamah atau konsisten dalam beriman hingga akhir hayat. Menjadi insan bertaqwa itu selalu berproses, terus-menerus, dan tidak mengenal kata selesai, apalagi dalam batas bulan Ramadlan saja.

Buku Cak Nun