Saatnya Kembali Menata Hati

Liputan Majelis Maiyah Padhangmbulan, 20 Januari 2019

Malam ini Jombang diguyur hujan sejak sore. Tanah basah. Gerimis menemani perjalanan jamaah menuju pengajian Padhangmbulan di desa Mentoro. Bukan alasan bukan halangan: gerimis dan hujan adalah berkah.

Demikian wajah-wajah jamaah yang baru turun dari motor, memarkirnya di halaman SMK Global. Jas hujan yang basah kuyup dilepas. Lalu tampak wajah-wajah bahagia berjalan di bawah gerimis menuju lokasi pengajian.

Suasana desa usai diguyur hujan menghiasi malam pengajian Padhangmbulan. Daun-daun menggigil. Suara katak bersahut-sahutan. Ini bukan romantisme ala orang modern. Pengajian Padhangmbulan memang akrab dan tidak bisa dipisahkan dari hawa desa pada suasana dan kondisi apapun.

Lagu puji-pujian dan penampilan anak-anak TPQ Halimatus Sa’diyah meneguhkan suasana khas pedesaan.

Pukul 21.00 WIB hujan telah reda. Jamaah terus mengalir dan memadati halaman pengajian Padhangmbulan. Tayangan film pendek berjudul November Berapi menyapa jamaah.

Pengajian Padhangmbulan memang menyajikan sesi penampilan kreativitas sebagai ajang pembelajaran di antara jamaah. Misi ini sejalan dengan Sinau Bareng sebagai sikap primer untuk saling belajar dari fenomena yang kita jumpai.

Bagaimana tema pengajian Padhangmbulan malam ini? Ikuti terus laporan ini. Selamat menikmati prasmanan ilmu di tengah hawa dingin malam yang berlimpah cahaya.

Buku Cak Nun