Getaran Gelombang Al-Qur`an

Jangkauan kerja pikiranmu hanya paling banyak seperduapuluh semesta akalmu, illa qalila. Itupun istiqamah dzikir kesadaranmu serta skala fokusmu hanya sangat kecil, tipis dan rendah pula. Dan itu menyebabkan ‘daya takdir’-mu amat lemah. Sejauh-jauh yang engkau jangkau dan capai hanyalah sekumpulan halusinasi, hiasan-hiasan maya, serta kerak-kerak prasangka di dinding pemahamanmu.

Maka pada yang sembilan belas per-dua puluh bawah sadarmu muatkanlah getaran-getaran gelombang Al-Qur`an. Ulang dan ulang terus menerus dengan kalammu. Dzikirkan dan dzikirkan tanpa sela dengan detak jantungmu. Wiridkan dan wiridkan tanpa jeda dengan aliran nafasmu. Getaran totalitas imanmu. Gelombang kuasa Allah. Kekuatan iradat dan amar-Nya. Kasih sayang dan keadilan-Nya. Rahmat, keseimbangan dan penyeimbangan-Nya.

‎لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Allah hentakkan jadilah maka terjadilah.

Buku Cak Nun