Bulan Resolusi Terendah

Semakin dekat ke hari pemilihan umum, bangsa Indonesia sedang memasuki bulan resolusi terendah dari kerja akalnya, organisasi pikirannya serta metabolisme rohaniahnya.

Dengan dan dalam resolusi nilai rendah itulah bangsa kita bersaing, berdebat, menghardik, membenci, bermusuhan dan berebut kemenangan–yang dalam resolusi nilai di atasnya: sejatinya semua akan (dan sudah) kalah.

Jamaah Maiyah perlu mengambil jarak perenungan untuk memelihara dan memperoleh kejernihan baru dalam melihat dan menyikapi situasi bangsanya.

Kemudian juga perlu kumpul, tajammu’ dan tafakkur bersama sebelum Hari Resolusi Terendah April nanti tiba.

Tetes-tetes terakhir yang dimuat di sini, sejumlah 54 items, dihentikan sementara pada nomor yang sekarang tayang (kecuali yang diambil dari Khazanah lama puluhan tahun silam).

Selebihnya menunggu sampai momentumnya tiba dan lebih memungkinkan manfaat.

Manusia Indonesia sedang berada di titik koordinat asfala safilin. Bujur lintang orbitnya sedang sampai pada titik terdekat dari atau terhadap kerendahan, kesempitan, kedangkalan dan kecekakan.

Kalau memakai bahasa ilmu, pelaku-pelaku kenegaraan Indonesia sedang bodoh-bodohnya dan sedang kerdil-kerdilnya.

Secara budaya mereka sedang lucu-lucunya. Sedang mengalami intensitas kekanak-kanakan yang ekstrem dan mencolok. Kita tidak tega melihat mereka. Tidak sampai hati menyaksikan apa yang sedang mereka lakukan, mereka ketahui, mereka yakini dan mereka bela-bela. Kita harus siap menyantuni dan menolong mereka.

Di balik itu semua, inilah sesungguhnya saat-saat terbaik untuk mereidentifikasi dan merekonstruksi benih-benih nilai, formula dan strategi masa depan yang sudah dihimpun selama ini.

Emha Ainun Nadjib
3 Maret 2019

Buku Cak Nun