Bersama Kesulitan Ada Kemudahan (2)

Rumus “inna ma’al ‘usri yusra” ini ternyata tidak hanya berlaku dalam kehidupan manusia, melainkan juga dalam segenap ciptaan Allah di alam semesta. Ambil contoh lalat. Pernahkah mendengar Nabi bersabda, “Jika ada seekor lalat terjatuh pada minuman kalian, maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat” (HR Al-Bukhari).

Ada yang berpendapat bahwa hadis ini “jorok”. Dalam persepsi umum, lalat adalah binatang kotor, suka makan yang kotor-kotor, hinggap di tempat yang kotor, dan pasti akan menebar kotoran dan penyakit. Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa lalat hidup di sampah dan limbah yang mengandung sejumlah besar bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya.

Namun harus dipahami bahwa hadis ini bukanlah perintah, melainkan sebuah jalan keluar. Dalam keadaan tidak ada lagi yang bisa diminum, padahal harus minum, maka cara demikian bisa dilakukan. Karena hal itu disampaikan oleh Nabi, maka tidak mungkin akan menimbulkan suatu bahaya. Di sinilah tugas ilmuwan muslim untuk melakukan penelitian terhadap pernyataan Beliau bahwa “satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat”.

Ahmad Fuad Effendy

Buku Cak Nun