Bebaskan Resolusi dari Ilusi Kemalangan Masa Lalu

Catatan Majelis Maiyah Juguran Syafaat, 19 Januari 2019

Maiyah itu Jalan Pengamanan

Beranjak dari sajian kreatif teman-teman seniman dan inspirasi sukses ala Mas Karim, kita sekarang kelontaran-lontaran hikmah dari para narasumber lainnya. Saya hanya sanggup membawa pulang dua bahan menarik yang nyantel di kepala. Yaitu cerita yang disampaikan secara lugas dan apik dari Mas Agus Sukoco yang menjelaskan bahwa Islam dari langit itu satu dan merupakan wahyu kebenaran mutlak, tapi menjelma beraneka rupa saat menyentuh realitas bumi manusia.

Kebhinekaan di dalam ber-Islam ini terkait faktor dinamika akal dan hati. Seturut dengan uraian Mas Agus, terlintas ingatan Saya atas pangendika Mbah Guru Emha Ainun Najib, “Untuk apa kamu pakai Al-Quran tapi tidak dengan akal! Untuk apa kamu pakai Syariat Islam tapi tidak dengan hati! Tumbu ketemu tutup. Setali tiga uang dengan Mas Agus Sukoco yang menekankan pentingnya akal dalam mengurai kandungan Al-Quran sebagai pedoman hidup dari Allah SWT.

Mas Karim yang sedang meneliti peran pengamanan masyarakat yang dilakukan oleh Maiyah itu mengatakan bahwa arti penting Maiyah adalah perannya membangun dan mengamankan nalar sehat masyarakat agar senantiasa presisi atau jangkep dalam menghadapi setiap fenomena kehidupan. “Jadi kalau menurut Pak Toto Raharjo Maiyah adalah jalan untuk merebut ruang belajar, kalau bagi Saya Maiyah adalah jalan pengamanan. Di Maiyah kita mengamankan cara berfikir kita”.

Suasana nyata kegembiraan Juguran Syafaat edisi awal tahun ini dapat terbaca dari betahnya penggiat minoritas kaum hawa yang nyengkuyung bareng sampai acara tuntas dini hari. Mondar-mandir ceria sang maskot kocak Juguran Syafaat, Kang Totman, Dalang Wayang Jemblung Banyumas yang menjelajahi hampir semua sudut balai pendopo hingga menepi ke area parkir demi mencari posisi ternyaman dalam berkontemplasi adalah sudut baca Saya yang lain malam hari itu.

Seiring bergulirnya waktu, forum gendhu-gendhu rasa tua-muda itu harus diakhiri. Sekitar jam 03.00 dini hari, kelompok musik KAJ melantunkan “Hazbunallah” untuk mengiringi salam-salaman perpisahan. [] (Febri Patmoko/RedJS)

Lainnya

Niteni Awake Dewek

Bulan Resolusi Terendah

Gerakan Politik Resolusi Rendah

Resolusi Ilusi

Buku dan Merchandise