Anies Baswedan: Kenduri Cinta adalah Simpul Persatuan

Anies Baswedan yang juga Gubernur DKI Jakarta, semalam hadir di Kenduri Cinta. Di panggung bersama Mbah Nun, Bu Via, dan narasumber lain, Anies mengatakan, “Kenduri Cinta adalah salah satu simpul persatuan. Kita akan rawat terus simpul persatuan ini. Saya baru bekerja 1,5 tahun di Jakarta sebagai gubernur, tapi Cak Nun sudah 19 tahun merawat Kenduri Cinta ini sebagai salah satu simpul persatuan.”

Di depan para jamaah, yang tentu saja mayoritas adalah warga Jakarta, Anies juga menyampaikan beberapa hal terkait kebijakan pemerintah provinsi Jakarta yang sudah dilakukannya dalam 1,5 tahun terakhir. Untuk ini, Mbah Nun memberikan kesempatan kepada jamaah buat merespons atau bertanya.

Di antara mereka ada yang menanyakan tentang lahan untuk pedagang agar disediakan oleh Pemerintah Provinsi di beberapa titik vital Jakarta. Menjawab pertanyaan ini, Anies menyampaikan bahwa untuk beberapa titik akan diatur agar semuanya terakomodasi dengan baik. “Kita akan membesarkan yang kecil dan tidak akan mengecilkan yang besar,” ungkapnya.

Mbah Nun telah memberikan kesempatan baik untuk gubernur maupun warga dalam kesempatan Kenduri Cinta ini, malahan Anies juga diajak bernyanyi, mencicipi kegembiraan Kenduri Cinta yang sudah 19 tahun mengisi ibukota Jakarta dalam caranya sendiri yang mengedepankan nilai-nilai kemerdekaan dan otentisitas manusia di tengah kepungan laju kemoderenan.

Pernyataan Anies di awal kiranya sangat baik dan mengingatkan kita pada view yang jarang kita sadari. Tidak hanya jujur dan rendah hati, tapi juga sikap yang adil dalam melihat sejarah. Jarang orang yang lebih muda mau berkata demikian kepada orang yang lebih tua dan telah jauh lebih dahulu berbuat. Andai generasi muda mau berkata yang sama: saya baru sekian tahun, Cak Nun sudah sekian tahun.

Buku Cak Nun Majalah Sabana