73

Tuhanku
selalu, jika aku datang pada-Mu, membungkuk dan
mencium kening-Mu, tak lain demi jiwaku yang
panas, tapi kedinginan bagai salju
dahaga beratus-ratus abad lamanya, harus ditanggung
oleh beberapa puluh tahun usia, dahaga Musa
di puncak Sina, serta Adam pada hari
pertama di hutan dunia.
Tuhanku,
maka aku bersetia, selalu bersujud dan meminta,
sebab alasan untuk hidup dan menggembala
janganlah sirna
tetapi Kau, Kau diam saja, selalu diam saja, setelah
Kau anggukkan kepala, setelah Kau berikan seluruh
jiwa raga, setelah tuntas kerja dan riuh berkata-kata,
setelah Kau berikan segala
yang kuminta, Kau tetap diam
saja, tetap diam saja.

Buku Cak Nun