43

99 Untuk Tuhanku, 1983

bagaimana mungkin ini terjadi: kami campakkan
sendiri kapal kami ke tengah lautan buta, menjauh
dari jawaban atas segala pertanyaan yang
menyiksa.
kami lahir, belajar melihat, membaca, mendengar,
menganut dan memahami, kemudian kami balik
sendiri, berusaha bagaimana bisa dilihat, dibaca,
didengar, dianut dan dikagumi,
dan macet.
tidak Tuhanku!
di dalam perjalanan ke Dalam, setiap jiwa merangkak
menuju tempat yang tak bisa ditemukan kembali
oleh segenap nilai maupun oleh sejarah
yang panjang
kecuali oleh Bayangan
yang ia dambakan
diam-diam.

Buku Cak Nun