Wahai Orang-orang yang Berilmu

Tidak terlalu diperhatikan, apalagi dipikirkan, oleh hampir semua pelaku puasa dan Ahli-ahli Agama–bahwa perintah Shiyam bukanlah kepada “alladzina a’lamu” (orang-orang yang berilmu), “ayyuhan-nas” (wahai manusia) maupun satuan-satuan nilai lain pada manusia: yang baik, yang saleh, yang pecinta atau apapun. Bukan kepada itu semua perintah Shiyam ditetapkan oleh Allah. Melainkan untuk dan kepada “orang-orang yang beriman”. Mungkin salah satu sebabnya adalah pengetahuan dan penghayatan hidup ummat manusia sampai abad ini, termasuk Kaum Muslimin: tidak pernah sungguh-sungguh meneliti apa saja yang bisa dicapai dengan ilmu, serta apa yang hanya bisa disentuh dengan iman.