Tuhan Harus Punya Nama?

Ummat manusia yang selama peradaban mutakhir di abad 21 ini merasa diri mereka adalah makhluk paling maju, paling pandai, paling sukses, paling hebat dan tertinggi pencapaiannya–memaksa Tuhan harus punya nama. Meyakini bahwa yang disepakati untuk disebut Tuhan itu punya kebutuhan untuk bernama. Tuhan diidentifikasi dan didaftar dengan kewajiban untuk ada namanya. Seolah-olah yang mereka sebut Tuhan itu adalah bagian dari sosialitas manusia. Bagian dari komunitas, bebrayan dan paugeran manusia. Tuhan diletakkan di bangku dan kursi paling depan, dengan kewajiban dan hak sebagaimana para makhluk. Kebanyakan manusia berpendapat bahwa yang mereka sebut Tuhan itu membutuhkan nama dan wajib patuh kepada tatanan budaya manusia dan taat kepada struktur berpikir manusia.

Sumber: Berendah Hati Kepada Cahaya