Takhayul

Emha Ainun Nadjib

Mursyidku itu turun-temurun dilarang mengejar kursi dalam tatanan dunia, apalagi memperebutkannya. 

Atau mengejar semacam kendaraan sejarah, untuk bersaing dengan orang lain. Itulah perjanjian pribadinya sebelum lahir.

Persaingan Mursyidku hanya melawan dirinya sendiri, memerangi nafsunya, mengendalikan kemauannya.

Tidak boleh minta-minta kecuali kepada Maha Pemilik Saham.

Ia juga wajib bersabar dan arif terhadap banyak orang yang begitu lahir sudah didudukkan di kursi warisan nenek moyangnya. 

Branding dan label nasab itu membuatnya bisa lulus sejarah tanpa ujian.

Manusia sangat lemah, terlalu mudah kagum dan dikelabui oleh mitologi dan takhayul.

Buku dan Merchandise