Suporter Harus Beri Manfaat Bagi Kehidupan Sekitar

Liputan Singkat Sinau Bareng Macan Muria Kudus, Alun-Alun Kudus, 2 Oktober 2018

Sudah berapa kali Cak Nun dan KiaiKanjeng menemani Indonesia? Mungkin pertanyaan ini tak usah saya jawab, sebab saya akan kewalahan sendiri. Lapangan Sepak Bola, Alun-Alun, Sekolah, Pondok pesantren, Kampus, Gedung pemerintahan bahkan di depan Balai Desa, depan rumah warga, di pinggir sungai, di sawah bahkan di pinggir pantai adalah saksi Cak Nun menemani warga, mendengar beragam masalah warga, dan memperhatikan raut wajah warga satu demi satu dari beragam daerah dan geografi. Cak Nun dan KiaiKanjeng terus berjalan.

Lalu siapa saja yang pernah bersapa dengan Cak Nun. Jawabanya juga sangat beragam. Ada Petani, tukang batu, penjual jajanan, kepala desa, ketua RT, Pengusaha, Gubernur, dan banyak lagi. Lalu entah berapa ribuan tangan yang berjabat tangan, memeluk, menghadang-hadang beliau di jalan hanya untuk bersapa bahkan berfoto. Entahlah, Cak Nun dan KiaiKanjeng terus mengelilingi Indonesia.

Sudah sekian waktu Cak Nun dan KiaiKanjeng tak menemani warga Kudus. Alun-alun yang biasa digunakan untuk berakrab ria, berolahraga, tadi malam itu penuh dengan warga yang sedang rindu sosok yang bisa menemani mereka. Tentu ini bukan pertama kali Cak Nun hadir di Kudus. Cak Nun pernah hadir di SMP 1 Dawe dan Lapangan Pancasila Mejobo, dan yang sebelum-sebelumnya.

Tadi malam, 3 Oktober 2018, Cak Nun menemani Suporter Macan Muria Kudus (SMM), sebuah perkumpulan pendukung tim sepakbola Persiku Kudus. Cak Nun dekat sekali dengan dunia sepak bola. Banyak tulisannya tentang bola. Tak cuma itu, Cak Nun juga menemani Timnas U-19 yang dilatih Coach Indra Sjafri. Sangat sering, Cak Nun menuturkan  filosofi sepakbola. “Aturan dalam sepakbola yang harus ditaati. Jika aturan tak ditaati, maka permainan sepakbola tak bisa dinikmati. Akan sering Offside.” Begitu Cak Nun menambahi.

Beberapa bulan lalu Cak Nun juga bersapa dengan Aremania di Malang dan Suporter BCS PSS Sleman. Tadi malam, lagu yang biasa dikumandangkan di stadion sepakbola terdengar di alun-alun Kudus. Suara riuh para suporter menyambut kehadiran Cak Nun. Lagu lagu bertemakan sepakbola dan sholawat dari KiaiKanjeng beriringan. Begitu meriah, begitu bersemangat.

Di atas panggung, Cak Nun selalu memberikan keadilan. Beberapa perwakilan suporter diajak naik di atas panggung. Cak Nun memberikan beberapa pertanyaan. Pertama, apa yang diharapkan suporter untuk klub kebanggaan selama 5 atau 10 tahun ke depan. Kedua, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan suporter. Ketiga, apa hubungan sepakbola dan agama.

Cak Nun berharap tak ada lagi Suporter yang naik kereta tanpa membeli tiket. Tak ada lagi Suporter yang seenaknya masuk warung dan mengambil makanan. Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng kali ini berkeinginan agar Suporter menjadi kelompok manusia yang beradab. Kelompok suporter harus memberikan manfaat bagi kehidupan sekitar

Selamat datang Cak Nun. Terima kasih sudah bersama suporter. (Priyo Wiharto)

Buku Cak Nun