Stand Up Comedy di Rumah Maiyah

Liputan "Pitutur Nglantur" Syini Kopi, 23 Oktober 2018

Ada juga penampilan gitaris-gitaris muda fingerstyle, dan Mas Cornel serta istri bermain bersama di atas panggung mempertontonkan kebolehan dan kekompakan mereka dari duet sampai four hand style. Mas Darto juga sempat mempertontonkan kebolehannya stand-up comedy, dan jelas berhasil mengundang tawa yang tak tampak, tak terdengar dan tak berbau ketika jokes diumpankan. Aslinya secara teoritis Mas Darto bukan gagal mengundang tawa, hanya Mas Darto dalam penilaian stand-up comedy punya bekal yang namanya persona, ini seperti Dodit Mulyanto kalau yang agak populer.

Intinya seorang komika yang punya paras lucu, itu bisa kelebihan dan bisa jebakan. Kelebihannya adalah, lelucon yang dilontarkan bisa saja tidak perlu matang secara teknis tapi orang tertawa karena memang sosoknya lucu. Tapi menjebak juga karena seringnya ketika orang dengan persona kuat naik panggung ekspektasi penonton tinggi jadi, “Wah, tampangnya absurd. Lucu nih pasti, lucu ini… (jokes dilempar) hmmm… ” Nah memenuhi ekspektasi tinggi itu kadang susah. Tapi bukan berarti tidak menghibur, justru Mas Darto sangat menghibur dengan jokes-jokes yang agak gagal itu. I’ve been there Mas Darto.

Ketika tiba di puncak acara komedi, Mas Sabrang yang memuncaki, justru panggung pecah. Mungkin karena ekspektasi penonton terhadap taraf kelucuan Mas Sabrang tidak teralu tinggi, tapi juga memang tipe lelucon Mas Sabrang khas jokes yang cerdas. Alit Jabang Bayi dan Anang Batas ketika selesai Mas Sabrang perform sempat menyebut bahwa sebagai penampilan stand up comedy perdana, Mas Sabrang sudah memberikan paket lengkap dari rule of three, act out, callback. Itu dasar stand up comedy.

Supaya tampak paham, saya coba jelaskan sedikit. Rules of three artinya set up I-set up II dipuncaki Punch line, itu macam jalur logika. Memang orang yang penguasaan logikanya matang cenderung mampu menciptakan lelucon dan Mas Sabrang menunjukkan ini sebagai sarjana matematika. Act out adalah pemanfaatan tubuh dan gerak. Mas Sabrang punya tubuh yang luwes hasil dari teater. Callback adalah kembangan rule of three. Rumus sederhananya Jokes I (set up I-set up II-punch line I) + Jokes II (set up I-set up II-punch line II) kemudian set up-set up kembali ke punch line pertama. Untuk callback semakin panjang durasi dan semakin banyak jokes itu akan semakin menantang memori.

Saya rasa, menjelaskan teori stand up comedy membuat reportase ini jadi kurang lucu yah? Lagipula saya sudah lama tidak manggung stand up comedy, jadi mungkin agak lupa teori-teorinya. Kalau mau, googling saja. Banyak kok, jangan malas kayak NKRI ah. Nah kembali anarkis tipis-tipis (Itu! Adalah contoh callback, tapi bukan contoh yang baik)

Tawa punya caranya sendiri menyampaikan pesan. Malam itu walau tak terkatakan tapi tampaknya para generasi muda, para perawan dan perjaka (kecuali Dimas yang kurang bisa diidentifikasi tadi itu) zaman sedang istirahat dari karut-marut negeri seberang bernama NKRI. Ribut pilpres, ribut soal bakar-bakaran, kita roasting-roasting-an saja dengan bercanda.

Ada perlawanan sunyi dalam tawa ini, ada pesan yang tegas bahwa tidak semua yang ramai dalam kekisruhan yang diributkan oleh politik nasional NKRI harus terasa penting bagi kita. NKRI boleh ada boleh tidak. Siapapun boleh jadi presiden boleh tidak jadi presiden. Edo kawan saya itu juga boleh jadi capres kalau mau. Tapi manusia yang kreatif dan otentik akan tetap menemukan cara sendiri untuk tertawa.

Buku dan Merchandise