Sinau Mulat

Mukadimah Majelis Gugur Gunung Maret 2018

Segala hal yang telah diciptakan akan kita temukan bahwa semuanya saling berpasangan. Keadaan terbagi menjadi dua bagian yakni kakawin dan reridu. Kakawin digambarkan sebagai keadaan yang indah, baik itu dipandang, didengar, dicecap dan dirasakan. Sedangkan reridu ialah sebuah keadaan yang tidak tenang, gelap, ruwet dlsb. Oleh sebab itu setiap 8 tahun disebut sebagai windu (kakawin dan reridu).

Yang perlu kita maknai ialah, tiap delapan tahun kita tengok kembali ke belakang dan evaluasi langkah dalam laku yang sudah dijalankan. Apa yang lebih banyak didalamnya? Hal baik kah? Hal buruk? Kakawin? Atau reridu? Seperti bertolak belakang, Kemudian “akan kita temukan bahwa semuanya berpasangan”

Fungsi dari mengamati dan meengevaluasi langkah hidup ini agar tetap menegakkan niat menjalani hidup hanya untuk kembali kepada nol atau kekosongan. Agar memahami kekosongan sebaiknya mengerti pada letak, untuk memahami letak sebaiknya mengerti untuk evaluasi, untuk bisa evaluasi sebaiknya bersyukur telah diberi hidup, untuk bisa menjalankan kehidupan harus mengerti peran, untuk mengerti peran harus berbuat, untuk bisa berbuat harus beranjak, untuk beranjak harus ada niat. Dan sebaik-baiknya niat adalah ALIF.

Marilah duduk melingkar dalam pertemuan rutin Majlis gugurgunung yang bertempat di Balai Desa Klepu, Ungaran Kab. Semarang pada Malam Minggu tanggal 31 Maret 2018 pukul 20.00 WIB. Mari bertukar pikiran, saling mengevaluasi diri untuk menetapkan langkah ke depan.