Sinau Bareng Sabrang MDP

#65TahunCakNun

Sesudah siang harinya workshop dan sharing bersama Pak Franky W dan Pak Sugiono, para penggiat Maiyah yang bertanggungjawab mengurusi Pawon bersegera mempersiapkan kebutuhan memasak untuk berbuka puasa. Penggiat Bangbang Wetan yang menjadi panitia lapangan sangat gesit mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Setelah Ashar, soundcheck panggung dilakukan. Beberapa penampil yang sudah direncanakan akan tampil mencoba setelan sound system yang sudah terpasang. Adzan maghrib berkumandang, para penggiat Simpul Maiyah berkumpul di lapangan SMK Global untuk menikmati hidangan berbuka puasa. Sajian yang mereka masak sendiri dari bahan-bahan yang juga mereka bawa sendiri secara swadaya.

Beberapa simpul Maiyah yang sudah datang sejak pagi (27/5) adalah Kenduri Cinta, Gambang Syafaat, Juguran Syafaat, Damar Kedhaton, Paseban Majapahit, Tasawwuf Cinta, Rampak Osing, Waro’ Kaprawiran, Maiyah Balitar, Jimat Tuban, Sibar Kasih, Sulthon Penanggungan, Batu Aji, Sanggar Kedirian, Poci Maiyah dan Bangbang Wetan sendiri tentunya.

Masing-masing perwakilan dari Simpul Maiyah tampil ke panggung, menyapa jamaah, menceritakan sedikit tentang simpul masing-masing. Sebelum sesi ini, Cak Mif dan Cak Nas berbicara kepada jamaah.

Suasana di Menturo tadi malam sangat ramai, seperti Padhangmbulan. Para pedagang menjajakan dagangannya di tempat seperti biasanya. Sementara sebagian Penggiat Simpul Maiyah membawa produk-produk usahanya dan ditampilkan dalam Menturo Expo.

Sabrang MDP sebagai narasumber utama didampingi Lek Ham yang mengawali sesi diskusi utama ini dengan membacakan Syair “Menyorong Rembulan”. Di awal Sabrang tidak berbicara banyak, hanya menyampaikan pagar-pagar jalannya diskusi malam ini, mengajak semua yang hadir bersepakat untuk berpuasa dari media sosial, setidaknya malam ini dalam sinau bareng ini. Dan semua bersepakat, saling mengingatkan untuk tidak merekam jalannya diskusi.

Acara sinau bareng Sabrang MDP malam ini dimeriahkan dengan tampilnya beberapa grup musik dari  beberapa Simpul Maiyah; Gamelan Batu Aji (Batu, Malang), Gamelan Kiai Iket Udeng (Madiun dan Ponorogo), Gamelan Ajisoko (Bojonegoro) dan Wakijo Sedulur (Semarang).

Diskusi berlangsung dengan berangkat dari pertanyaan-pertanyaan jamaah yang ditujukan kepada Sabrang.

Sesudah siang harinya workshop dan sharing bersama Pak Franky W dan Pak Sugiono, para penggiat Maiyah yang bertanggungjawab mengurusi Pawon bersegera mempersiapkan kebutuhan memasak untuk berbuka puasa. Penggiat Bangbang Wetan yang menjadi panitia lapangan sangat gesit mempersiapkan segala…