Selamat Datang di Majelis Masyarakat Maiyah Padhangmbulan

Liputan Majelis Maiyah Padhangmbulan, 23 Oktober 2018

Laporan ini saya tulis usai maghrib. Para jamaah di masjid, ibu-ibu dan bapak-bapak warga desa Mentoro, baru saja turun dari masjid. Benar-benar habis maghrib, dan rejone desa Mentoro seperti tidak bisa ditunda lagi.

Sementara bulan purnama membayang di angkasa senja. Anak-anak kecil kejar-kejaran di jalan desa. Para pedagang menggelar lapak mereka. Bakul tahu solet melakukan “pemanasan” wajan yang sudah dituangi minyak goreng.

Kabarnya Padhangmbulan kali ini juga dihadiri KiaiKanjeng? Tidak salah. Sejumlah peralatan musik telah ditata di atas panggung. Dan, lihatlah, Kawan, di baris paling depan beberapa jamaah sudah ngedhipi posisi duduk–padahal maghrib baru saja usai. Ini kesetiaan model apa lagi yang tengah dikabarkan teman-teman jamaah Padhangmbulan?

Bapak-bapak Kiai Kanjeng sedang cek sound di panggung Padhangmbulan. Lelah tak menyisakan keluh. KiaiKanjeng terus berjalan, menyapa dan melayani masyarakat usai malam kemarin Sinau Bareng di Gresik. Mudah-mudahan malam ini kita bisa belajar bareng bersama Beliau-beliau. Tentu bukan hanya belajar musik, tapi juga belajar tentang kesetiaan, kepedulian, konsistensi, nafas panjang menjalani hidup yang abadi.

Sejenak saya nyruput kopi di warung Mbak Is, sebelah timur lokasi pengajian, sambil menghirup udara desa yang lapang. Memperhatikan pula lalu lalang jamaah yang baru datang entah dari kota dan daerah mana saja. Menyaksikan kemesraan pedagang dan ibu-ibu bakul yang istiqomah hadir di Padhangmbulan.

Di depan saya, di seberang jalan, ibu sudah tampak sepuh berjualan kacang godhok. Lampu obor yang dipasang di meja darurat meliuk-liuk dimainkan angin. Mugi-mugi laris, Bu, dagangannya. Berkah untuk keluarga.

Para pedagang yang pada hari Sabtu malam Ahad kemarin, 20/10, sepakat membentuk wadah Paguyuban Pedagang Padhangmbulan untuk me-raket-kan silaturahmi di antara mereka.

Pertemuan yang diinisiatifi oleh teman-teman Omah Padhangmbulan itu berlangsung asyik, guyub, manjeng ajur ajer. Cak Nang menyambut baik upaya Omah Padhangmbulan yang menggagas pertemuan itu. Baik pedagang dan jamaah ditampung dalam ruang Majelis Masyarakat Maiyah.

Pukul 19.20 WIB siswa jurusan Seni Musik SMK Global Mentoro menyapa jamaah pada sesi pembuka. Jamaah benar-benar telah merapat sejak shaf pertama.

Warung Mbak Is mulai ramai didatangi jamaah. Kopi sudah tandas. Tempat duduk terbatas, perlu gantian. Saya pamitan dulu, sambil nanti kita lanjutkan laporan pengajian Padhangmbulan dari desa Mentoro.

Saya ucapkan pula: “Selamat datang, Kawan, di Majelis Masyarakat Maiyah Padhangmbulan.”

Lainnya