Sakit Hati

Wahai tanahku, airku, hawaku. Kalian ini sedang dirasuki virus apa. Hatiku jadi bergolak. Aku wajib menang. Kepalaku penuh Abu Lahab.

Padahal tokoh jahiliyah itu sudah meninggal dahulu kala sebelum Indonesiaku lahir. Kenapa masih mengiang-ngiang dan berdengung-dengung hingga sekarang?

Kenapa masih yuwaswisu fi shuduri bangsa Indonesia sampai hari ini? Dan Allah terus saja mengutuk: “Binasalah tangan Abu Lahab! Dan ia akan benar-benar binasa!

Sungguh aku sakit hati. Kenapa tidak terang-terangan saja menyebut namaku?