Reformasi NKRI, 8

19 Mei 1998

Pak Harto minta 4 orang dilengkapi menjadi 9 orang dari para sesepuh, termasuk KH Ali Yafi dan Gus Dur. Cak Nun dan Cak Nur meneguhkan saran agar Pak Harto turun dari jabatan Presiden.

Pak Harto tertawa lebar ketika Cak Nun berempati dengan mengemukakan, “Pak Harto tidak jadi Presiden kan ora pathèken. Wong sudah 32 tahun menjabat.”

Cak Nur menambah: “Bukan hanya ora pethèken, tapi sudah tuwuk”. Itu bahasa Jombang untuk “sangat puas sampai hampir bosan”.

Sesudah Pak Harto lengser, idiom “ora dadi Presiden ora pathèken” menjadi satu-satunya fakta yang diingat oleh rakyat Indonesia tentang Reformasi 1998.