Reformasi NKRI, 12

Si Pakar Bom itu bertanya: “Cak kok Sampeyan tidak jadi Menteri pasca Suharto? Waktu memonitor dari dalam Tank pembicaraan Sampeyan dengan Pak Harto 19 Mei pagi itu saya membayangkan sebentar lagi Sampeyan pasti menjabat, misalnya Menteri Pertanian”.

Saya jadi sadar pada kebodohan saya yang sama sekali tidak pernah berpikir tentang karier dan jabatan. Tapi saya diam-diam bangga dia membayangkan saya menjadi Menteri bukan urusan Sosial atau Agama, melainkan Pertanian.

Dia bukan pelaku politik, melainkan pelaku tugas kemiliteran di tengah konstelasi politik yang dia tidak paham secara menyeluruh. Dia adalah sahabat seorang Jenderal besar, yang desersi dari militer karena kecelakaan dalam suatu kejadian ketika bersekolah militer di luar negeri. Dia harus berhenti sebagai prajurit, meskipun sahabatnya tetap berkarier politik karena beliau adalah keluarga penguasa tertinggi.