Puncak Kekalahan

Keengganan melakukan introspeksi diri biasanya berakibat fatal. Tatkala kita berkesempatan berkuasa, tak mampu melakukan perubahan menjadi lebih baik, kelakuan kita sama bahkan bisa lebih buruk dibanding penguasa yang dulu kita kritik habis-habisan. Ibaratnya, kepemimpinan si Harimau digantikan lagi oleh si Harimau yang baru, yang lebih garang lagi. Dengan demikian, keadaannya saling menerkam, saling menjegal, saling tikam, saling menjatuhkan–dan semua yang terlibat dalam perang sejarah semacam itu pasti mengalami kekalahan, meskipun bangunan terendah dari kekalahan itu merupakan kemenangan. Tapi puncaknya toh kekalahan.