Presiden Sorga Neraka

Calon rakyat Pak Capres dan Cawapres menginginkan komitmen bahwa demi Pancasila bersama, mereka memohon Bapak berdua turut menuntun perjalanan ke sorga dan menjaga jangan sampai kesasar masuk neraka.

Sebab tata nilai yang sedang berlangsung adalah orang-orang dipimpin membangun sorga secara neraka atau dengan jalan neraka. Atau apa yang selama ini diyakini sebagai sorga ternyata hakikinya adalah neraka.

Demikian pun sebaliknya.

Orang-orang bangga ketika seharusnya merasa hina, mereka merasa sukses tatkala melorot martabatnya.

Mereka memilih fana dari baka. Mengambil yang palsu, bukan yang sejati. Mereka menempuh kesementaraan, menolak keabadian. 

Mereka memasuki kesempitan, menjauhi keluasan. Mereka menyembah tuhan-tuhan, dan melecehkan Tuhan.

Mereka membenci daging rezeki segar halal, dan memilih bangkai.

Mereka membuang saudaranya dengan dalih persaudaraan, mereka menghardik atas nama persatuan.

Mereka meneriakkan Bhinneka Tunggal Ika, pluralisme, keragaman, syu’uban wa qabail–tetapi mereka memaki, menghina, mengutuk, membuang, mengusir sesama manusia, sesama bangsa Indonesia. 

Bahkan andaikan mereka mampu memusnahkan saudaranya yang mereka musuhi itu, pasti juga sudah dilakukan.

(Mbah Nun bersama Masyarakat Maiyah)