Presiden Keseimbangan

(42-45 Syarat Jadi Presiden RI)

Kalau hak tidak dijunjung dalam keseimbangan dengan kewajiban. Kalau kewajiban tidak dipahami dari benih, akar dan sanad-matan.

Kalau keinginan dimerdeka-merdekakan. Kalau kemerdekaan tidak dibimbing oleh hakekat batasan-batasan. Kalau kebutuhan tidak meregulasi nafsu dan keserakahan.

Maka yang berlangsung dalam budaya bernegara dan peradaban berbangsa adalah deret hitung kebodohan dan deret ukur dismanajemen.

Niat baik untuk mengatasi masalah, menghasilkan masalah baru. Kebenaran memproduksi kebatilan. Kebaikan melahirkan kemudaratan.

Jangankan memilih Presiden, menjaga badan dari kelebihan kolestrol, memelihara kesehatan dari asam urat, lemak jahat, disfungsi onderdil-onderdil jasad saja tak semakin bisa.

Jangankan lagi jiwanya, mentalnya, moralnya, harmoni psikologisnya, ketepatan perjodohan jasmani rohaninya.

Allah menuntun duduk iftirasy, hamba-Nya memilih duduk ongkang-ongkang. Tuhan menghamparkan daging segar, hamba-Nya memilih bangkai goreng.

(Mbah Nun bersama Masyarakat Maiyah)

Buku Cak Nun