Presiden Hoax

1.
Kejujuran diterapkan secara jujur. Misalnya seorang yang memenuhi berbagai persyaratan kwalitatif maupun kwantitatif untuk menjadi Pemimpin, diproses dan diangkat menjadi Pemimpin dengan cara yang benar dan baik.

2.
Kejujuran diterapkan secara bohong. Orang yang layak jadi Pemimpin, tapi diangkat secara curang atau bohong.

3.
Kebohongan diterapkan secara jujur. Tidak layak jadi pemimpin tapi menempuh dan ditempuh dengan memenuhi aturan-aturan yang berlaku.

4.
Kebohongan diterapkan secara bohong. Tidak pantas, tidak ekspert, tidak memenuhi syarat jadi Pemimpin, tapi memaksakan dan dipaksakan dengan segala cara sampai yang tidak halal dan penuh dusta untuk menjadi Pemimpin.

Hoax bukan hanya berita bohong, tapi juga pikiran tidak jujur, hati dengki dan bermusuhan, politik penguasaan sepihak, dan apa saja yang merusak kehidupan.

(Mbah Nun bersama Masyarakat Maiyah)