Pemimpin-2

Emha Ainun Nadjib

Tidak mudah memahami Keluarga Indonesia. 

Dulu bilang Jasmerah: hormati keteladanan nenek moyang.

Para penerusnya bilang: “Kami hanya mengikuti apa yang kami dapatkan dari bapak kami.

Kemudian ada tamu. Keluarga Indonesia semua kagum dan jatuh cinta.

Lama-lama si tamu bukan sekadar menguasai rumah Keluarga Indonesia. Bahkan seluruh tata nilai, tujuan hidup, perilaku budaya dan peradabannya mengacu dan patuh kepada tamu itu.

Tetapi terakhir Keluarga Indonesia melahirkan bayi. 

Setelah mulai dewasa ia berkata: “Kebenaran tentang masa depan Indonesia terletak di dalam perenungan kami tentang nasib anak-cucu.

Jelas anak itu bukan produk dari pendidikan Keluarga Indonesia yang sedang berlangsung.

Buku dan Merchandise