Menikmati Foto-Foto Perjalanan 19 tahun Gambang Syafaat

19 Tahun Gambang Syafaat

Langit mendung menggelayuti kota Semarang sejak siang hari. Hujan pun turun menjelang Ashar. Sementara persiapan Maiyahan Gambang Syafaat malam nanti harus terus berjalan. Tenda dan panggung sudah tertata rapi, begitu juga dengan pengeras suara. Komplek Masjid Baiturrahman Semarang sedang direnovasi, sehingga area Masjid di beberapa titik tampak belum rapi, karena masih banyak bahan material yang menumpuk.

Teman-teman penggiat Gambang Syafaat tidak terlalu memusingkan situasi dan kondisi lokasi pelaksanaan Maiyahan rutin mereka yang memang selama ini berlangsung di komplek Masjid Baiturrahman ini. Mensyukuri perjalanan ke 19 tahun ini, penggiat Gambang Syafaat merasa sayang untuk melewatkan momentum ini begitu saja.

Dibawah komando Yunan Setiawan, yang kali ini didapuk menjadi ketua panitia Milad ke-19 Gambang Syafaat bersama para penggiat lainnya, panitia menyusun sebuah pameran foto yang menggambarkan dan meretrospeksikan perjalanan Gambang Syafaat dari tahun ke tahun sejak mulai lahirnya pada akhir 1999.

Snapshoot potret perjalanan disajikan dalam rupa foto yang dipajang dalam etalase sederhana yang sepenuhnya dikonsep oleh Monty, salah satu penggiat Gambang Syafaat yang selama ini bertanggung jawab atas desain poster Gambang Syafaat.

Beberapa hasil jepretan kamera dipajang, memperlihatkan suasana kegembiraan jamaah Maiyah di Gambang Syafaat. Bagai sebuah cerita, gambar demi gambar sedang mendongeng kepada penikmat foto-foto itu. Ada potret ketika Maiyahan di Gambang Syafaat hanya dihadiri beberapa puluh orang saja, ada potret yang menggambarkan suasana Gambang Syafaat yang masih dilangsungkan di dalam Aula Masjid,  tampak asap mengepul begitu tebal karena mayoritas jamaah merokok.

Ada satu potret yang sangat berkesan, suatu kali Mbah Nun hanya mengajak beberapa personel KiaiKanjeng untuk hadir di Gambang Syafaat, bisa dikatakan seperti mini KiaiKanjeng. Namun ketika informasi itu sampai kepada personel KiaiKanjeng yang lain, yang terjadi adalah secara mandiri personel yang tidak ikut segera menyusul ke Semarang secara mandiri pula, ternyata mereka juga merasa rindu untuk menyapa jamaah Maiyah di Gambang Syafaat.

Ketika itu, teman-teman penggiat Gambang Syafaat sempat resah, karena sound system yang disiapkan hanya seadanya sesuai dengan jumlah personel awal yang diajak oleh Mbah Nun. Namun akhirnya problem tersebut dapat teratasi, sehingga ketika KiaiKanjeng secara lengkap hadir, tetap bisa melakukan pementasan seperti biasanya, tanpa kurang suatu apapun. Gambang Syafaat memang memiliki tempat spesial di hati Pakde-Pakde KiaiKanjeng.

Masih ada waktu hingga malam nanti untuk kita bergembira bersama mensyukuri 19 tahun Gambang Syafaat. Insya Allah Mbah Nun, Syeikh Nursamad Kamba, dan Mas Sabrang akan hadir bersama di Gambang Syafaat spesial 19 tahun ini. Sampai jumpa nanti malam, kita akan sinau bareng di Gambang Syafaat. (Fahmi Agustian)