Membayar Cinta dan Nostalgia dengan Sinau Bareng

Liputan Sinau Bareng CNKK "Sesrawungan" di Dusun Blambangan, Bululawang, Malang, 2 Desember 2018

Manusia desa selalu khas dalam menjamu tamu yang mereka hormati dan mereka rindukan. Memantas-mantaskan diri, namun tetap tidak berlebihan. Warna cerah selalu dipilih, agar terlihat sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Dusun Blambangan, Krebet, Bululawang, Kabupaten Malang hari ini pada tanggal 2 Desember 2018 M sudah menyemarakkan diri. Lampion buatan tangan digantung disepanjang jalan desa, jalan-jalan dibersihkan, dan obrolan tentang nanti malam akan datang “Kyai Ainun”, “Cak Nun” sudah mewarnai warung-warung. Kenapa saya tahu? Soalnya saya ngopi dan ngobrol-ngobrol sebentar sama warga sekitar pagi tadi.

Sebuah pondok pesantren berdiri sederhana di ujung jalan desa, juga satu kompleks dengan MTS dan MA. Tampaknya para lulusan sekolah ini sedang megadakan reuni, dan sepertinya para alumni saling berdaya-upaya melengkapi segala persiapan acara yang akan dipuncaki dengan Sinau Bareng Mbah Nun dan KiaiKanjeng pada malam ini.

Kontras dengan persiapan dari warga desa sendiri, panggung yang didirikan di sebelah gedung sekolah pondok, rasanya cukup mewah dan beberapa tim EO juga didatangkan. Anak-anak berlari mengejar-ngejar mobil dan menumpangi bagian belakangnya. Akrab dengan hal semacam itu? Nah, anak-anak pada masa ini tentu sudah tidak punya kekaguman sama bentuk mobil, kotak besi beroda empat yang kayak jalan sendiri. Anak-anak yang saya perhatikan sore tadi sedang mengejar-ngejar drone, yang terbang rendah menjajal area untuk didokumentasikan pada acara malam ini.

Tentu para alumni ini ingin membuktikan rasa cinta mereka, ingin membalas terima kasih pada pondok dan pada atmosfer desa yang telah membesarkan mereka. Dan cinta itu, mereka ekspresikan dengan Sinau Bareng bersama Mbah Nun dan KiaiKanjeng. Sementara bagi warga desa yang mayoritas lelakinya adalah suporter Arema, kesempatan disambangi oleh Mbah Nun dan KiaiKanjeng, kesempatan merasakan kemesraan yang murni dalam Sinau Bareng, adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu rindu. Cinta, rindu dan nostalgia.