“Kesasar” Ke Titik Balik Kehidupan

Liputan Singkat Majelis Ilmu Maiyah Kenduri Cinta, 13 April 2018

Awetnya acara-acara reguler Maiyahan semestinya membuat kita bertanya mengapa bisa seperti itu. Banyak cara dan pendekatan buat mencoba menjawabnya. Tetapi barangkali cara yang cukup baik adalah cara “empiris” yakni dengan mendekati orang-orang yang datang itu, dan menanyakan apa yang mereka rasakan dan peroleh sehingga rutin hadir.

Malam ini sedang berlangsung Kenduri Cinta di TIM Cikini Jakarta. Sebagaimana sebelum-sebelumnya, biasanya jamaah akan menyemut dan memenuhi pelataran kompleks kebudayaan di ibukota Jakarta ini, hingga menjelang subuh. Tak ada perjanjian dan keharusan harus sampai menjelang subuh, tapi yang terjadi kerap seperti itu.

Sebelum acara dimulai, di tengah satu per satu mulai berdatangan orang-orang atau jamaah dari berbagai penjuru jalan raya maupun jalan tikus di Jakarta, dari tempat-tempat kerja atau pinggiran kota, penggiat Kenduri Cinta menyapa langsung salah seorang lelaki yang udah hadir itu.

Dari obrolan sejenak dengannya, teman penggiat Kenduri Cinta ini tahu bahwa lelaki yang diajaknya ngobrol ini berasal dari salah satu kota Jabodetabek dan sehari-hari berkegiatan usaha jual-beli mobil second.

Ia berkenan berbagi cerita. Pada mulanya Ia mengenal Maiyah karena “kesasar” di media sosial kontemporer zaman now bernama Youtube. Dari sinilah, dia lalu mengenal Kenduri Cinta, dan mencarinya, dan ketemu. Sampai malam ini, sudah tiga bulan dia rutin datang.

Apa arti Maiyah bagi dia? Bagi hidupnya, sehingga dia memerlukan datang jauh-jauh dari tempat tinggalnya menuju jantung kota Jakarta ini? Kepada penggiat Kenduri Cinta, dia menuturkan rasa syukurnya. Dulu sebelum bertemu forum Maiyahan, hidup yang dijalaninya dia gambarkan sebagai “gelap” dan dunia nakal.

Tanpa dia bayangkan sebelumnya, perkenalannya dengan Maiyah membuatnya mengalami titik balik dalam kehidupannya. Ia mengalami perubahan. Dunia gelap itu sudah ditinggalkannya. Dia mencoba memperbaharui diri. Tetapi mengapa Maiyah? Lebih jauh Dia mengatakan bahwa dia nyaman berada di Maiyahan, seperti Kenduri Cinta malam ini, karena di sinilah dia diterima sebagai manusia.

Demikian laporan singkat dari arena Kenduri Cinta malam ini, sembari menanti segmen demi segmen acara berlangsung. Salam.  (fa/hm).

Awetnya acara-acara reguler Maiyahan semestinya membuat kita bertanya mengapa bisa seperti itu. Banyak cara dan pendekatan buat mencoba menjawabnya. Tetapi barangkali cara yang cukup baik adalah cara “empiris” yakni dengan mendekati orang-orang yang datang itu, dan menanyakan apa yang mereka rasakan…