Kenyang dan Lapar

Semua makhluk hidup butuh makan, menjalani garisnya, menjawab laparnya.
Tentu yang memakai bidang (akal)-nya akan lebih mudah mencari jawabannya.

Setelah kenyang garisnya, banyak yang kemudian terus mencoba mencari “kenyang” bidangnya.
Tentu pula yang memakai ruangnya seharusnya akan lebih mudah mencari “kenyang” bidangnya.

Setiap kenyang adalah perjalanan menuju lapar berikutnya.
Lalu, apakah kita diperbudak “lapar”?
Ataukah ruang sudah menyadari bahwa “lapar” hanyalah sarana perjalanan?

Buku Cak Nun