Kentongan Titir

Kalau kentongan di gardu desa ditabuh per 1X, tanda ada pembunuhan. Per 2X Maling. Per 3X Rumah kebakaran. Per 4X banjir bandang, lindu atau bencana alam lainnya. Per 5X ada pencurian Lembu, Kerbau atau hewan lain. Kalau Doro Muluk, 1.7.1 keadaan aman.

Siapa saja yang dekat Gardu atau Cakruk, kalau mendengar teriakan “Banjir bandaaang…banjir bandaaaang…”, atau “Maliiing…maliiing…”, langsung menabuh kentongan. Tidak perlu konfirmasi, check and recheck. Sebab, momentum sangat penting dalam situasi darurat untuk secepatnya penduduk mengantisipasi atau menyelamatkan diri.

Di zaman modern yang berperadaban rasional, jangan langsung tabuh kentongan. Sebab kalau ternyata teriakan itu bohong, penabuh kentongan akan dikenai pasal penyebaran hoax atau ujaran kebencian. Siapa yang mempasalkan penabuh kentongan? Bisa jadi si peneriak “Banjir bandaaaaang…” itu sendiri.

(Mbah Nun borsama Masyarakat Maiyah)

Buku Cak Nun