Catat Dulu Lima Nidham Ini

Seperti disebut di bagian akhir reportase Mocopat Syafaat 17 Oktober 2018 kemarin, lima terminologi baru diperkenalkan Mbah Nun. Kita, para jamaah, diminta mencatatnya dulu. Pembahasan detailnya bertahap pada Maiyahan-Maiyahan selanjutnya.

Kelimanya itu Mbah Nun menyebutnya Khomsu Nidhomin atau Lima Nidham. Berturut-turut adalah Nidhamus sunnah, nidhamul qudroh, nidhamul karomah, nidhamus syafaat, dan nidhamut tajalilliyah. Mbah Nun baru membabar sedikit tentang yang pertama, nidhamus sunnah atau sistem sunnah. Sunnah itu baku atau default-nya sesuatu, peristiwa, atau fenomena.

Nah, Mbah Nun mengingatkan kita, bahkan dalam memahami atau mengurusi sesuatu pada skala “sunnah” itu saja kita masih tak bisa. Misalnya, menyikapi atau mengatakan sesuatu berkaitan dengan bencana alam kita masih sering mbleset-mbleset.

Apa dan bagaimana kelima nidham itu, serta bagaimana kelimanya menjadi cara melihat dan memaknai diri kita? Di mana kira-kira posisi teman-teman Jamaah Maiyah yang mungkin dibayangkan Mbah Nun? Apakah kelimanya suatu struktur atau hamparan rongga-rongga yang terpapar di depan kita dan kita tingga mau memilih yang mana?

Mari kita catat terlebih dahulu lima nidham ini.

Buku Cak Nun