Bersih Dusun dengan Sinau Bareng

Liputan Sinau Bareng CNKK di Dusun Kenayan, Widomartani, Ngemplak, Sleman, 10 Juli 2018

Panggung berdiri, diapit masjid dan pemakaman desa. Tanah lapang sedikit diratakan yang justru dengan sangat berhasil menyisakan bekas cangkulan yang menggembur. Semua kesederhanaan ini, adalah usaha warga dusun Kenayan, Wedomartani, Ngemplak untuk menggelar acara Bersih Desa di tanah merdeka mereka. Karena manusia desa memang yang paling memahami arti kemerdekaan, tanpa perlu ingar-bingar proklamasi.

Masjid tak perlu megah, pemakaman semuatnya. Angin sepoi menyiratkan malam akan semakin dingin. Peralatan musik KiaiKanjeng sudah pada maqomnya masing-masing, Pak Erfan sang soundman sesekali mengecek kelengkapan. Pada acara Bersih Desa ini, para warga Kenayan tampaknya ingin belajar bersama, menggali kembali ilmu dalam kebersamaan-kebersamaan.

Bukan sekadar menjadi massa pengajian yang setor telinga, ngalap barokah pragmatis asal dapat cium tangan orang keramat, berdalih sami’na wa atho’na hanya karena malas berpikir dan menajamkan rasa. Tidak, karena mereka ingin menggali dari diri mereka sendiri itulah mereka dengan sukacita menyambut Sinau Bareng bersama Cak Nun dan KiaiKanjeng pada hari Selasa 10 Juli 2018 M di tanah lapang yang penuh kemerdekaan dan kedaulatan ini.

Sedikit semburat aroma tlethong sapi, bau tanah kering, asap rokok, pedagang jajanan. Sapa-sapaan antar jamaah Maiyah, generasi-generasi Maiyah mulai memberi ruang satu sama lain agar ceruk di antara mereka diisi cahaya ilmu yang sejati. Ibu-ibu majelis ta’lim As-Sholihah, memulakan kemesraan dengan menyapa. Inna fatahna laka fathan mubiinan, membukalah. Kidung-kidung sholawat mengalir, menggetar. Sinau Bareng, zaman Maiyah sebentar lagi menjelang. (MZ Fadil)