Berputar-putar

Dalam kehidupan agama yang total sudah tak terasa ini seni apa hukum apa agama. Masalahnya sudah memusat: ini benar atau tidak, baik atau buruk, sampai ke pangkuan kekasih atau belum, sudah ada gejala tiba di ujung rindu atau belum. Kita suka berputar-puter dulu, menunggu rumah kebakaran baru berpikir tentang api. Itu pun kalau mau berpikir tentang api. Bisa jadi kampung kita makin ludes oleh api dan dendam, ternyata tetap tidak juga berpikir tentang bahaya api.