Baturetno Menep Tujuh Menit

Dalam mata pandang masyarakat umum, mungkin Sinau Bareng dianggap sama dengan pengajian pada umumnya hanya beda nama. Namun Sinau Bareng bukan sekadar itu. Ia adalah sebuah konsep “pengajian” dengan substansi yang berdaulat.

Selain akal yang diajak mengolah ilmu yang disampaikan, Mbah Nun pun mengajak hati untuk menep. Usai menyampaikan sedikit pengantar, Mbah Nun mengajak masyarakat Baturetno untuk khusyuk dalam lantunan Sohibu Baity.

Dalam suasana hening dan lebih gelap, melalui Sohibu Baity hati diajak Mbah Nun untuk menep, mengingatkan bahwa Allah ada dalam diri kita, sebagai tuan rumah kita. Jika sudah sadar Allah dalam diri, maka menjalani hidup akan lebih tenang.