Bangsa Paling Mampu Nggathukké

Liputan Sinau Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng dalam Merti Dusun Nangsri, 18 April 2018

Ada baiknya tidak negatif dulu merespons istilah sinkretis kalau sewaktu-waktu anda dengar. Menurut Mbah Nun, bangsa kita ini memang paling sinkretis di dunia, karena memang mampu nggathukké, mampu menemukan gathukan-gathukan antar sesuatu, tak terkecuali dalam memahami nilai-nilai kehidupan dan ekspresi budaya.

Itu satu di antara sekian poin yang muncul dalam pembahasan Mbah Nun tatkala acara Sinau Bareng tadi malam di Pendopo Dusun Nangsri Srihardono Pundong Bantul. Warga dusun ini punya hajat yaitu Merti Dusun. Mereka mengundang Mbah Nun dan KiaiKanjeng untuk memantik ilmu dan peneguhan-peneguhan yang diperlukan dalam menjaga dusun sebagai kekuatan sosial di dalam masyarakat.

Sejak sore, kami merasakan suasana dusun yang enak begitu rombongan KiaiKanjeng tiba. Para muda saling bekerjasama menyiapkan puncak Merti Dusun ini. Jalan-jalan dusun yang bersih dan rapi. Pohon-pohon dan tanaman mewarnai setiap pekarangan rumah. Saat acara mulai dimulakan, selingkaran bapak-bapak naik ke panggung membawakan Shalawatan Jawi melalui tembang Sekar Kinanthi, Dangdanggulo, Sinom, dll. Sesuatu yang menambahkan daftar masih terjaganya tradisi dusun atau desa di Jawa.

Seiring tembang shalawatan Jawi, tikar-tikar yang telah digelar mulai diisi oleh hadirin terutama ibu-ibu. Langkah kaki mereka dari rumah masing-masing segera menghadirkan keguyuban di tengah mata tatkala mereka bertemu satu sama lain di jalan di depan pendopo dusun yang menjadi lokasi acara. Transit KiaiKanjeng sendiri adalah salah satu rumah perangkat dusun, rumah yang ruang tamunya cukup luas, yang langsung menggambarkan bahwa ruang tamu seperti ini adalah wadah bagi interaksi sosial di antara warga dusun.

Kalau dulu sebagian futurolog bilang kita sedunia akan segera mengalami fase di mana dunia menyembit menjadi bak satu desa atau dusun, yang disebutnya global village, maka semestinya yang menyifati interaksi antar bangsa adalah nilai-nilai sosial yang positif dari dusun itu. Dan dusun seperti Nangsri serta dusun-dusun lain di Indonesia sejatinya paling siap, karena memiliki banyak modal sosial dan falsafah yang relevan. Betapa tidak, wong kita ini ahli nggathuk dan nggathukké! Maka pesan Mbah Nun, Merti Dusun ini harus sebagai pentingnya masa depan anak-anak disiapkan sejak sekarang dengan cara belajar kepada Mbah-mbahnya. Nantikan reportase selengkapnya. (hm)

Ada baiknya tidak negatif dulu merespons istilah sinkretis kalau sewaktu-waktu anda dengar. Menurut Mbah Nun, bangsa kita ini memang paling sinkretis di dunia, karena memang mampu nggathukké, mampu menemukan gathukan-gathukan antar sesuatu, tak terkecuali dalam memahami nilai-nilai kehidupan dan…

Topik

Bangbang Wetan23Cammanallah14Cermin59Esai1418Gambang Syafaat24Hari Santri10Informasi22Jepretan54Juguran Syafaat22Kenduri Cinta68KiaiKanjeng12Letto3Mocopat Syafaat41Musik13Novia Kolopaking5Padhangmbulan46Puisi163Relegi6Reportase659Teater13Wedang Uwuh73