150 Kilometer Menuju Mocopat Syafaat

Liputan Mocopat Syafaat, 17 April 2018

Si doi yang berpenampilan ayah muda milenial beranak satu ini menempuh perjalanan kurang lebih 150 kilometer untuk sampai ke Mocopat Syafaat tadi malam. Kalau naik mobil masih enaklah ya kira-kira, tapi dia naik motor. Dan, itu sudah dilakoninya sejak lebih dari enam tahun silam. Dari Cilacap ke Yogya, belum baliknya.

Tentu siapa saja yang datang ke Mocopat Syafaat menempuh jarak, dan tampaknya akan menarik jika digambar di mana satu titik bernama Mocopat Syafaat itu tertarik garis kepadanya dari semua tempat asal para jamaah, mulai yang terdekat sampai yang paling jauh. Ada yang 150 kilometer, ada yang bahkan lebih, ada yang kurang. Bermacam-macam.

Setiap jarak itu khususnya yang jauh-jauh niscaya merupakan perjuangan tersendiri bagi pelakunya, dan kalau disebut perjuangan jangan hanya ingat itu berat atau bukan, tapi ada yang namanya perjuangan yang dinikmati sehingga terasa mudah dan ringan dijalaninya. Buktinya si ayah muda itu, kalau tak karena senang dam memeroleh sesuatu buat apalah motoran sejauh itu.

Seperti tadi malam, dia dan semua jamaah mendapatkan bersesuatu-sesuatu yang banyak, yang dalam kata Mbah Nun bagaikan cabang-cabang, yang oleh Mbah Nun diibaratkan seperti orang sedang menempuh khataman. Maka untuk merespons itu, Mbah Nun ajak KiaiKanjeng dan semuanya memasuki do’a Khotmil Qur’an.

Jadi, ada persembahan tak biasanya dari KiaiKanjeng yaitu Keroncong yang enak, ada pentas Monoplay Mbah Eko Tunas, ada dua Fragmen dari Pentas Kelahiran yang bakal digelar 22 April 2018 di TBY, ada uraian lelaku hidup “Bukan Membuang Sampah, Tapi Menaruh Sampah” dari Pak Eko Winardi, ada analisis tentang manusia dan informasi di era medsos dari Eko Nuryono, jangan lupa ada puisi rusak-rusakan “Kaos” Pak Mustofa W Hasyim, Tembang Pak De Herman, tafsir dari Yai Muzammil, dan tahadduts bin ni’mah dari Mas Seno tentang Maiyah Bali yang spesifik, dan lain-lain. Tentu respons-respons ilmu dari Mbah Nun sebagaimana biasa. Itu baru semacam deretan menu, belum sifat dan bobot yang melekatinya.

150 kilometer dan sekian kilometer sekian kilometer lainnya dari berbagai tempat berkumpul tadi malam di Mocopat Syafaat 17 April 2018 seperti biasanya. Berkebersamaan untuk belajar bersama. Nantikan reportase selengkapnya. (hm/rd)

Si doi yang berpenampilan ayah muda milenial beranak satu ini menempuh perjalanan kurang lebih 150 kilometer untuk sampai ke Mocopat Syafaat tadi malam. Kalau naik mobil masih enaklah ya kira-kira, tapi dia naik motor. Dan, itu sudah dilakoninya sejak lebih dari enam tahun silam. Dari Cilacap ke…