Tiba di Purbalingga

Setelah tiga jam perjalanan dari Pekalongan, pukul 13.30 Cak Nun KiaiKanjeng tiba di Purbalingga.
Setelah tiga jam perjalanan dari Pekalongan, pukul 13.30 Cak Nun KiaiKanjeng tiba di Purbalingga. Teman-teman penggiat Maiyah Purwokerto atau Juguran Syafaat menyambut dan menjamu makan siang di Owabong Cottage.

Alhamdulillah, siang tadi rombongan Cak Nun dan KiaiKanjeng sudah tiba di Purbalingga untuk Sinau Bareng malam ini di Alun-Alun Purbalingga.

Teman-teman penggiat Maiyah Purwokerto atau Juguran Syafaat mendapat kehormatan bisa menyambut kedatangan Mbah Nun dan KiaiKanjeng. Di Owabong, mereka menjamu makan siang. Ini sekaligus rindu yang untuk kesekian kalinya terobati bagi mereka. Bagi Mas Agus Sukoco, misalnya, Mbah Nun adalah sosok yang memberikan energi berlebih kepada teman-teman jamaah Maiyah.

Kepada Mbah Nun dan KiaiKanjeng, Mas Agus Sukoco menyampaikan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk hadir di Purbalingga.

Satu bulan terakhir, situasi Purbalingga “memanas” karena begitu banyaknya aliran-aliran dan lain sebagainya. Gelombang akan akan hadirnya Cak Nun dan KiaiKanjeng alhamdulilah memberi aura positif di tengah masyarakat. Pemda, NU, Muhammadiyah, dan lain-lain kelompok menaruh optimisme sampai hari ini dengan kehadiran Cak Nun dan KiaiKanjeng. Demikian Mas Agus menyampaikan.

Sementara itu, Cak Nun merespons, “Yang dibutuhkan Purbalingga adalah keris-keris, di tengah pedang-pedang  berseliweran. Dan keris-keris itu adalah Maiyahan-maiyahan yang selama ini kalian jiwai di Purbalingga.”

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image