Tari Zafin Mandilingan Sambut KiaiKanjeng

...sepuluh adik-adik putri menyambut Mbah-Mbah KiaiKanjeng yang telah berada di tempat masing-masing dengan tari Zafin Mandilingan.
Sepuluh anak putri menyambut kedatangan Mbah Nun dan KiaiKanjeng dengan tari Zafin Mandilingan
Sepuluh anak putri menyambut kedatangan Mbah Nun dan KiaiKanjeng dengan tari Zafin Mandilingan (Foto: Adin).

Hawa dingin Sarangan perlahan terasa berkurang tatkala masyarakat setempat nglumpuk bareng untuk mengikuti Sinau Bareng Mbah Nun dan KiaiKanjeng di Terminal Sarangan malam ini 9 Mei 2017.

Sesungguhnya mereka bukan tamu yang datang sebagai hadirin. Mereka adalah tuan rumah yang berpartisipasi karena merasa ikut memiliki acara Bersih Deso dan Reresik Ati ini.

Secuil gambaran saja, tatkala Mbah Nun dan KiaiKanjeng dijamu makan malam di salah satu rumah sesepuh, kita mendapatkan tahadduts bin ni’mah bahwa aneka makanan yang tersaji itu hampir semuanya datang sendiri. Ada yang urun 15 ekor ayam, beras beberapa kilo, buah-buahan, ikan atau daging, juga ada yang urun makanan matang siap dimakan. Semua mengulurkan rasa memiliki acara ini tanpa mau disebut namanya.

“Ya seperti itu sebenarnya manusia itu…,” kata Mbah Nun menggarisbawahi tentang kompaknya partisipasi masyarakat. Ketika tiba di rumah tersebut, para sesepuh desa dan dusun berbaris rapi menyambut kedatangan Cak Nun dan KiaiKanjeng.

Tatkala sudah tiba di lokasi dan sudah saatnya naik ke panggung, sepuluh adik-adik putri menyambut Mbah-Mbah KiaiKanjeng yang telah berada di tempat masing-masing dengan tari Zafin Mandilingan. Begitu selesai tari ini, KiaiKanjeng langsung membunyikan alat musiknya dengan nomor Pambuko.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image