Berdasarkan cerita Mas Imam, Bu Via curiga Mbak Aci bisa nyanyi. Dimintalah dia bernyayi dan berduet dengan Mas Imam. Nomor Kepadamu Kekasihku dilantunkan berdua.
Berdasarkan cerita Mas Imam, Bu Via curiga Mbak Aci bisa nyanyi. Dimintalah dia bernyayi dan berduet dengan Mas Imam. Nomor Kepadamu Kekasihku dilantunkan berdua.

Ada tamu dari Amerika asli Syiria. Seorang etnomusikolog yang sedang mengkaji musik Islam di Indonesia. Meneliti untuk disertasinya di UCLA. Juga ada mas Imam Fatawi yang barusan menikah dengan Mbak Acik.

Sesudah Letto, para personel KiaiKanjeng segera mengisi tempat bersama tamu Amerika tadi yang bernama Aboud Nasser Agha. Mereka berkolaborasi pada tiga nomor Timur Tengah, salah satunya Sukaro-nya Ummi Kulsum. Aboud memainkan Hood dan sekaligus menyanyikan lagu.

Mbah Nun akhirnya naik ke panggung usai tiga lagu itu. Tidak sendirian, tetapi bersama Ibu Novia, Pak Mus, Kiai Muzammil dan lain-lain. Mbah Nun menyapa para “anak-cucu”-nya yang sudah menanti kehadirannya. Sedikit kemudian  Mbah Nun menyambung ke kehadiran Mas Aboud lewat nomor Shallallahu ‘ala Muhammad bersama KiaiKanjeng, dan nantinya akan diberi kesempatan dia buat berinteraksi dengan jamaah.

Tetapi sebelum itu, Mbah Nun terlebih dahulu mengajak jamaah buat merayakan perkawinan Mas Imam dan Mbak Acik. Keduanya duduk di panggung. Mbak Via dan Mas Doni-Mas Jijid bertindak memandu. Kedua pengantin dihadiahi beberapa pertanyaan juga gojlokan-gojlokan yang bikin keduanya tersipu. Tapi tak hanya itu, Bapak-Bapak KiaiKanjeng juga diminta memberikan pesan-pesan kepada Mas Imam dan Mbak Acik. Jamaah ikut mangayubagya dan juga ikut tertawa lepas setiap kali respons bersahutan mengundang derai tawa.

Tamu Amerika dan Perkawinan Mas Imam