Takziyah Almarhum EH Kartanegara

“Apa yang bisa kita tiru dari Karta adalah keberanian hidup. Hidup itu disuruh Tuhan, dan Tuhan bertanggung jawab,” ungkap Cak Nun mengenang Pak Karta.
Dalam rute Kudus-Purbalingga, pagi ini Cak Nun dan KiaiKanjeng takziyah kepada keluarga almarhum Pak EH Kartanegara di Pekalongan.
Dalam rute Kudus-Purbalingga, pagi ini Cak Nun dan KiaiKanjeng takziyah kepada keluarga almarhum Pak EH Kartanegara di Pekalongan (Foto: Adin).

Walaupun tidak bisa hadir pada saat pemakaman almarhum Pak EH Kartanegara hari kemarin, Cak Nun dan KiaiKanjeng tetap takziyah kepada keluarga almarhum.

Setelah semalam Sinau Bareng di SMP 1 Dawe Kudus, rombongan CNKK langsung bertolak ke Pekalongan. Pukul 6.30 sudah tiba di rumah duka di Jalan Kartini Gg. 6 No. 27 Keputran Pekalongan Timur.

Di rumah, Cak Nun dan KiaiKanjeng disambut dan diterima oleh keluarga almarhum lengkap dari istri, anak-anak hingga cucu-cucu. Juga kakak dan adiknya. Turun dari mobil tadi, Pak Edi Haryono, adik Pak Karta, menyambut kedatangan rombongan Cak Nun dan KiaiKanjeng. Dalam persahabatan panjang dengan Pak Karta, pertama kali Cak Nun dolan ke rumah ini pada 1977.

“Apa yang bisa kita tiru dari Karta adalah keberanian hidup. Hidup itu disuruh Tuhan, dan Tuhan bertanggung jawab,” ungkap Cak Nun mengenang Pak Karta.

Usai takziyah ini, rombongan akan meneruskan perjalanan menuju Purbalingga untuk Sinau Bareng nanti malam (08 April 2017) di Alun-alun Purbalingga.

search cart twitter facebook gplus whatsapp youtube image